Tuesday, March 17, 2020

Persepsi oh perspsi

Resume Diskusi Group Belajar menulis #1

Oleh : Uswatun Hasanah



Diskusi bersama Bapak Wijaya kusuma, Pada hari selasa, 17 Maret 2020 di Group Belajar Menulis Gelombang 4, dengan di awali "Ada yg bisa buat tulisan 3 alinea dari foto di atas?". Muncullah ide-ide brilian dari beberapa peserta Group diantaranya adalah dari ibu Sriyanti lewat chat Whatsappnya berpendapat "Virus Corona akhir-akhir ini sangat meresahkan banyak orang. Berbagai aktivitas menjadi terganggu, karena kita menjadi takut untuk berinteraksi dengan orang lain. Tapi, virus ini tidak boleh menghambat kreatifitas kita. Seorang Ayah harus tetap berjuang untuk mencari kebutuhan hidup, ibu harus tetap cerdas mendampingi anak dirumah, dan anak harus tetap belajar. virus ini membuat kita harus lebih waspada bukan merasa hampa."
Pendapat yang kedua dari Bapak Ngakan Putu Surjana, denga memberi judul "Berkah virus corona". Sejak senin, 16 Maret 2020 pemerintah menetapkan siswa belajar di rumah. Demikian juga kami ASN jabatan pelaksana juga diharapkan bekerja dari rumah. Kebijakan ini betul-betul menyentak bagi banyak orang. Guru yang biasanya membelajarkan siswa di kelas dipaksa harus mampu merancang pembelajaran mandiri bagi siswa. Pembelajaran mandiri baik dalam jaringan ataupun di luar jaringan. Siswa pun merasakan hal yang sama. Biasanya belajar bersama di kelas sambil bersendagurau dengan kawan kawannya, tertawa dan gembira bersama guru. Saat ini harus rela belajar mandiri di rumah.
Kita semua menghadapi sitiasi yang berbeda dan kita semua harus mampu menyesuaikan diri agar mendapat kenyamanan dengan pola yang baru ini. Kita pasti bisa, walaupuj di aqal terasa susah. Dengan niat dan itikad demi kebaikan bersama kita pasti bisa.
Kebijakan ini juga memberi ruang kita semakin banyak waktu bersama keluarga. Ayah bisa bekerja sambil menemani anak-anak belajar.  Demikian juga interaksi dan kebersamaan keluarga akan menjadi semakim baik. Ini merupakan suatu kesempatan membangun kekuatan bersama keluarga. Dan pada akhirnya akan membangun kekuatan bangsa Indonesia. Bersama kita bisa. Mulai dari keluarga

Pendapat yang ketiga dari ibu Tere dengan judul "Asli Tapi Palsu"
Terkadang apa yang terlihat dari sebuah foto, tidak tampak seperti aslinya. Seperti foto ini, sebuah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan dua orang anak. Mereka sedang duduk bersama di meja makan. Di meja tersaji kue dan minuman yang siap dinikmati. Namun, mereka tampak sibuk sendiri.
Ayah mengerjakan tugas yang diberikan dari kantor tempatnya bekerja. Kakak mengerjakan tugas dari sekolah. Dan ibu sedang mendampingi anak perempuannya membaca buku. Semua dengan kesibukannya masing - masing.
Sebenarnya, makna produktif dari rumah, bukan hanya semua anggota keluarga berkumpul lalu masing - masing sibuk dengan kegiatannya saja. Mereka juga harus mampu memanfaatkan momen berkumpul dengan keluarga. Menikmati segelas teh hangat dan kue sambil bercanda dan bercengkerama juga penting dilakukan. Saat - saat seperti itulah fungsi orang tua sebagai pendidik karakter anak di rumah dapat dijalankan. Produktif bukan hanya soal melakukan pekerjaan kantor atau sskolah di rumah, tapi produktif juga harus mengembalikan fungsi pendidikan dalam keluarga.

Pendapat yang keempat yaitu dari ibu Roskamidar,S.Pd Sungai Rumbai dengan Judul "Musibah Membawa Berkah"
Covid -19 telah menjadi momok yang sangat  menakutkan bagi setiap negara di bumi ini.. Dengan maraknya berita di Media Sosial baik resmi ataupun tidak menambah pekat  keresahan masyarakat. Bukan pada fatalnya akibat yang ditimbulkan oleh penyakit baru tersebut, tapi lebih kepada sistem penularannya yang begitu cepat dan gampang.
Covid -19 tidak untuk ditakuti. Menurut Islam kita mesti lebih takut kepada Allah SWT dari pada virus apapun. Karena bagaimanapun semua terjadi atas izinNya.  Hal ini membuat manusia lebih mendekatkan diri kepadaNya, dan lebih bisa menghargai kesehatan itu sendiri. Namun itu bukan berarti kita pasrah,   kita harus berikhtiar dengan segala cara, diantaranya  mengantisipasi  penularannya dengan sistem isolasi (lock down). Mengingat perintah itu telah ada sejak zaman Umar bin Khatab menjadi khalifah.
Dibalik musibah Covid-19 juga diharapkan membawa berkah kepada kita, terutama keluarga yang jarang berkumpul. Dengan adanya  perintah untuk berkarya dari rumah oleh pemerintah akan menambah volume waktu untuk berkumpul, saling mengasihi antar sesama anggota keluarga, sementara berbagai aktifitas bisa berjalan. Manusia bahkan mencari berbagai  terobosan baru agar aktifitas mereka tidak terganggu. Itu semua menjadikan manusia lebih kreatif.

Persepsi yang kelima dari bapak Miftahuddin Albarbasy adalah Ayah membuka laptop sejurus kemudian langsung mengerjakan tugas kantornya. Si kakak dan adik pun tidak mau ketinggalan dengan ayahnya, segera mereka membuka buku dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh bapak ibu gurunya melalui pesan WA. Maklum saja, pemberitahuan tentang belajar di rumahnya pun mendadak, maka otomatis segala informasi lewat WA. Ibunya menemani mereka semua, dan sesekali membantu kepada si adik.
Itu adalah gambaran foto diatas. Lalu, apakah kita harus mengerjakan persis seperti foto diatas? Jawabaannya bisa iya, bisa tidak. Jawaban iya, kalau kondisi memungkinkan dan jawaban tidak, juga karena kondisi tidak memungkinkan.
Setiap keluarga pastinya mempunyai cara yang berbeda-beda dalam menyikapinya. Ada yang ayahnya mengerjakannya dikamar khusus sendiri, anak-anaknya bermain dengan adik atau kakaknya, dan sang ibu memasak atau menemani anak-anaknya bermain.
Produktif dari rumah pun tidak hanya sekedar mengerjakan tugas seperti yang ada di foto atas. Namun, dengan adanya pandemi corona ini bisa menghasilkan nilai produktif lainnya, misalnya hubungan suami istri semakin mesra, hubungan ayah anak semakin dekat, hubungan ibu anak semakin erat, komunikasi didalam keluarga semakin intens dan lain sebagainya.
Dibalik ini semua pasti ada hikmah, ada manfaat yang bisa kita ambil.

yang tak kalah dengan yang lainnya adalah ibu Ari Yunanda mempunyai tiga pendapat dari gambar tertebut, pertama adalah Gerakan Literasi perlu mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, salah satunya adalah dari keluarga, sebagai lembaga pendidikan pertama dan utama,  peran keluarga harus diperkuat.
Pendemik virus Corona tahun 2020 menjadikan rumah sebagai salah satu tempat teraman. Mengisi rumah dengan aktualisasi literasi bersama adalah hal yang bermanfaat dan akan menjadi budaya  rumah orang Indonesia.
Optimis bahwa kebijakan Pemerintah ini melahirkan gaya hidup baru bagi keluarga-keluarga di Indonesia.
Beberapa program bersama dirumah yang sudah jarang terlihat akan ada lagi. Mata air ketauladanan akan menjadi pemandangan baru dari orang tua. Semangat kebersamaan dari segenap anggota keluarga akan menjadi energi bagi Indonesia mewujudkan Indonesia emas 2045. Badai pasti berlalu, kebaikan yang ada saat ini membuat rumah rumah Indonesia kelak mampu melakukan lompatan besar mengejar ketertinggalan Bangsa ini.
pendapat yang kedua adalah Media Indonesia Selasa 17 Maret 2020 memuat sebuah opini yang berjudul Produktif dari Rumah. Dengan menampilkan gambar sebuah keluarga yang terdiri dari  Ayah, ibu, dan dua orang yang sedang berkumpul di  meja makan. Ayah yang sedang bekerja menggunakan laptop dan ibu sebagai mitra guru untuk membimbing anak anak untuk belajar. Suasana penuh kehangatan tergambar dengan jelas. Aktifitas baru keluarga ini adalah tindak lanjut dari  kebijakan Pemerintah untuk belajar dari rumah, bekerja dari rumah dan beribadah dari rumah.
Pendapat ketiganya adalah esatnya penularan penyakit virus korona membutuhkan kerjasama semua pihak agar bisa ditahan dan ditekan supaya tidak semakin meluas. Salah satu upaya tersebut adalah agar masyarakat membatasi aktivitas luar ruangan sehingga rantai penularan virus dapat diredam.
Aktivitas kerja dilakukan secara daring dari rumah, dan aktivitas lainnya seperti kegiatan belajar-mengajar maupun ibadah.
Cipta kondisi ini akan berhasil apabila semua pihak bersama-sama, tolong menolong, dan bersatu padu, agar masalah virus corona ini tertangani dengan optimal.

itulah beberapa bendapat dari persepsi gambar yang disajikan omjay pada malam hari itu. semua peserta berusaha memeras pikirannya untuk menyampaikan ide yang terbaik.

itu persepsi mereka...
mana persepsimu..
tulis dalam komentar di bawah ini..
terima kasih


1 comment: