Sunday, April 5, 2020

Angka kredit dalam kegiatan pengembangan profesi guru


Resume 1 : Belajar Menulis PTK berjama Kang Encon
Hari, Tanggal : Kamis, 2 April 2020
Pemateri : Encon Rahman


Pembelajaran Dalam Jaringan (Daring) secara online lewat group Whatsapp Menulis PTK 5 pada malam ini materinya ada 2 yaitu.

inilah hasil resume yang saya tulis ini, semoga bermanfaat.


Kegiatan pengembangan profesi guru
pengamalan (penerapan) keterampilan guru untuk peningkatan mutu belajar mengajar, atau menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi dikbud

Tujuan pengembangan profesi guru
bukan untuk menambah guru dengan golongan IVa ke atas, tetapi untuk memperbanyak guru yang makin profesional
bagi guru profesional, diberikan penghargaan di antaranya kenaikan golongannya
Angka Kredit
1.     Angka yang diberikan berdasarkan Atas Prestasi Yang Telah Dicapai Oleh Seorang Guru
2.     Dalam Mengerjakan Butir Rincian Kegiatan yang Digunakan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Pengangkatan Dan Kenaikan Pangkat Dalam Jabatan Guru
Angka Kredit  Sebagai Simbol Prestasi Kerja Guru
1.     Simbol tersebut mencerminkan penilaian kualitas profesional guru.
2.     Jabatan dan pangkat seorang guru mencerminkan bobot kualitas profesional seorang guru.
3.     Guru dengan  jabatan/pangkatnya tinggi,  kualitas profesionalnya harus  berbeda dengan jenjang jabatan/pangkat guru di bawahnya.

Sistem Angka Kredit Guru
Telah dikembangkan sejak tahun 1980, berdasar pada :
Peraturan Pemerintah nomor 3 tahun 1980
1.     KEP. MENPAN No. 26 Tahun 1989, dan Dirubah Dengan
2.     Kep MENPAN No. 84 Tahun 1993,  dan Dijabarkan Dalam :
a.     SKB Mendikbud Dan BKN No. 433/P/1993 Dan No. 25 Tahun 1993
b.     Juknis Mendikbud No. 025/O/1995
Tujuan
1.     Guru berlomba untuk berprestasi baik unsur pendidikan, proses belajar mengajar, maupun pengembangan profesi.
2.     Guru diberi motivasi tinggi untuk dapat mencapai pangkat puncak sebagai   PNS (sampai dengan Pembina Utama, Gol. Ruang IV/e)
3.     Agar guru dapat bekerja di bidang pendidikan atau karya seni yang sangat diperlukan dalam upaya meningkatkan kualitas proses belajar mengajar dan kualitas pendidikan,
4.     Dengan mengembangkan profesi, guru terdorong untuk menulis, meneliti, mengemukakan pendapat.
5.     Dengan menulis berarti guru  banyak membaca/menyerap informasi sehingga akan meningkatkan kemampuan profesionalnya.
Bidang Dan Unsur Kegiatan
Pendidikan
1.     Pendidikan Sekolah Dan Memperoleh Ijazah/Gelar
2.     Pendidikan Dan Latihan Kedinasan Dan Memperoleh STTP
PBM/Bimbingan
1.     Melaksanakan PBM/Bimbingan
2.     Melaksanakan Tugas Tertentu Di Sekolah
Pengembangan Profesi
1.     Membuat Karya Tulis Ilmiah
2.     Membuat Alat Peraga/Pelajaran/Bimbingan
3.     Menciptakan Karya Seni
4.     Menemukan Teknologi Tepat Guna
5.     Mengikuti Kegiatan Pengembangan Kurikulum
Penunjang PBM/Bimbingan
1.     Melaksanakan Pengabdian Pada Masyarakat
2.     Melaksanakan Kegiatan Pendukung Pendidikan

GURU Dapat Naik Pangkat/Jabatan Dengan Mengerjakan Unsur –Unsur :
Lebih dari 80%
a)    Pendidikan
b)    Proses belajar mengajar                  
c)     Pengembangan profesi                    
Kurang dari 20%
d)    Penunjang dan pengabdian              
          pada masyarakat                                
Khusus Untuk Kenaikan Pangkat/Jabatan Guru Pembina (IV/A) ke atas, di samping Harus Memenuhi Jumlah Angka Kredit yang Dipersyaratkan,
Harus Memenuhi Angka Kredit Unsur Pengembangan Profesi Minimal 12 (Dua Belas)

Penilaian Dan Penetapan Angka Kredit
Berdasarkan Kepmenpan 84 Tahun 1993 dan Kepmendikbud No. 025/O/1995
1.     Guru Pratama s.d. guru muda selesai di Kandepdikbud Kab/Kota
2.     Guru Madya s.d. Guru Dewasa selesai di Kanwil Depdikbud Propinsi
3.     Guru Pembina ke atas oleh Pusat (Depdikbud )
4.     Khusus untuk guru pembina ke atas dari seluruh Departemen dinilai oleh Tim Pusat (Depdiknas)
Penilaian Dan Penetapan Angka Kredit
Sejak berlakunya Otonomi Daerah terjadi perubahan nomenklatur unit pengelola pendidikan di daerah, agar pelaksanaan penilaian tidak vakum maka diterbitkan Kepmendiknas Nomor 13/U/2002, dan kemudian disempurnakan dengan Permen no. 18 Tahun 2005
Intinya hanya merubah beberapa ketentuan yaitu:
1.     Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit guru
2.     Kedudukan Tim penilai dan Sekretariat tim penilai  
3.     Tata cara pengajuan usul penetapan angka kredit
 
Lima macam Kegiatan     Pengembangan Profesi Guru
1.     K T I
2.     Teknologi Tepat Guna
3.     Alat Peraga
4.     Karya seni
5.     Kurikulum
Tujuh macam KTI guru
  1. Penelitian
  2. Karangan Ilmiah
  3. Ilmiah Populer
  4. Prasaran Seminar
  5. Buku
  6. Diktat
  7. Terjemahan 
  8.  
UUS (Usaha Untuk Sukses)
Uswatun Hasanah
Kunjungi blog saya:
     
     

0 comments:

Post a Comment